Ilustrasi Gadis Bali Bersembahyang
(Source: Google)
Namun masalahnya, eksistensi banten di kalangan generasi muda Bali, khususnya gadis Bali mulai menurun. Banyak gadis Bali yang mengaku tidak bisa membuat banten. Padahal membuat banten memiliki makna sebagai perwujudan rasa syukur kita atas anugerah dari Tuhan. Selain itu, dengan senantiasa mempelajari banten, merupakan apresiasi gadis Bali terhadap budaya dari tanah kelahirannya sendiri.
Banyak hal yang melatarbelakangi gadis Bali masa kini tidak bisa membuat banten, seperti membuat banten dianggap sebagai suatu kegiatan yang sangat sulit, malas membuat banten, dan lain sebagainya. Mengingat pentingnya peranan banten, kebiasaan membuat banten di kalangan gadis Bali harus segera dilestarikan. Jangan sampai, budaya membuat banten punah dan hilang dari peradaban masyarakat Bali di masa mendatang.
Perlu diketahui, keinginan dan ketertarikan dalam membuat banten tidak bisa hanya dilandasi dari minat semata. Membuat banten dianggap sebagai sebuah kewajiban dan tanggung jawab di kalangan kaum perempuan Bali. Oleh karena itu, gadis Bali harus segera mempelajari banten sebagai upaya regenerasi dari adat kebiasaan masyarakat Bali yang senantiasa membuat banten di segala upacara. Gadis Bali masa kini harus menyadari peranan penting dari kebiasaan membuat banten. Gadis Bali harus bisa membuat banten.

13 komentar
komentarwiss mantap suryaa, lanjutkan!
ReplyFyi, faktor lainnya yaitu banyaknya dagang canang dan banten yang membuat banyak kalangan kbh memilih cara instan drpd menikmati keseruan nyait😂. Tapi klo gaada yg milih cara instan, kasian entar dagangannya gk laku trus rugi trus terjadi pengangguran... :v
ReplyTapi kita juga harus liat kalo banyaknya orang yang dagang banten itu karena ada peluang. Jadi coba sedikitin gadis bali yang pilih cara instan. Gak ada peluang untuk jadi dagang banten :-d
ReplyYa kan kalo udh terlanjur jadi dagang canang kan kasian kak. Rugi - nganggur - makin banyak jumlah pengangguran - indonesia gk maju - bakalan terus jadi negara berkembang :v✌
ReplyMaka dari itu perlu daya inovasi dari rakyat Indonesia mencari lapangan kerja baru. Jangan justru ikut memberikan andil pada menurunnya minat gadis bali bikin banten :v
ReplyTerima kasih :)
ReplyOkok saya mengalah😂👌
ReplySemangatt baymax
ReplyCerminan perilaku "gadis Bali" masa kini, tapi tidak semuanya seperti itu.
ReplySekarang bagaimana didikan keluarga gadis tersebut mengajarkan kebiasaan untuk menjaga kebudayaan Bali khususnya dalam hal membuat banten.
Lanjutkan baymax !
Bagus sur
ReplyGood surr
ReplyWihh keren boleh boleh nih
ReplyAku sendiri juga sering berpikir. Gimana nanti kalau udah besar, tapi ngga bisa buat banten. Masa orang bali gabisa buat banten, huhu sedih 😭. Kalau yang sederhana kayak canang ya masih bisa lah
Reply