Pasar Desa Sudha Merta Sidakarya
Pasar Desa Sudha Merta merupakan
pasar tradisional yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Sidakarya, Denpasar
Selatan, Kota Denpasar. Kegiatan jual beli yang dilangsungkan di pasar ini pada
umumnya serupa dengan pasar-pasar tradisional di Bali. Dimulai sejak subuh,
sampai menjelang siang hari.
Kebetulan, saat ini Pasar Sudha Merta tengah
melangsungkan renovasi setengah areal pasar. Hal ini membuat akses masuk dan
los-los tempat berjualan para pedagang harus direlokasi untuk sementara, ke
areal lapangan parkir Pura Dalem Sidakarya yang berada tepat di samping pasar.
Akses
masuk sementara Pasar Sudha Merta. Lebarnya cukup besar untuk dimasuki mobil
dan motor. Karena bersifat sementara, jalan masuk hanya dibangun dengan
menimbun tanah berpasir dan dibatasi dengan tembok-tembok anyaman bambu. Tembok bambu
itu adalah sekat pembatas, antara jalan ke pasar dengan kuburan (setra) di sampingnya.
Memasuki
areal pasar, aktivitas jual-beli terlihat jelas. Walau pengunjung tampak sepi,
para pedagang tetap menjajakan dagangannya di los-los permanen berukuran
kira-kira 2,5 m x 1 m yang dibangun menggunakan keramik putih. Pedagang di
areal ini biasanya menjajakan makanan-makanan siap saji dan keperluan upacara,
seperti canang, banten, dan lain-lain. Anak-anak pedagang juga terlihat bermain
sembari menunggu orang tuanya berjualan.
Keceriaan
pedagang mewarnai kehidupan di pasar. Sembari menunggu pembeli, para pedagang
biasanya mengisi waktu dengan bercengkrama bersama pedagang lain. Tak jarang,
berbagai lelucon yang dilemparkan untuk menghidupkan suasana. Biasanya, satu
tertawa, seisi pasar juga ikut tertawa. Kecuali kalau yang lain memang sedang
sibuk.
Ketika Sang Surya mulai bersinar di atas kepala, pasar juga mulai sepi. Para pedagang
mulai mengemasi barang-barang untuk beranjak pulang ke peraduan masing-masing.
Sederhana saja. Keranjang-keranjang bambu sudah cukup untuk membawa seluruh
dagangan, baik yang belum laku ataupun bahan baku untuk dagangan esok hari.
Sebelum
pulang, para pedagang punya kebiasaan kecil untuk berpamitan terlebih dahulu
dengan pedagang lainnya. Paling tidak, mengucapkan sedikit kata perpisahan.
Bukan akhir, tetapi justru awal untuk pertemuan esok hari.
Pasar
sudah sepi. Akhirnya semua los dan kios tutup. Yang tersisa, hanya sebagian
peralatan kosong tanpa dagangan. Tetapi, tak perlu khawatir. Subuh nanti, pasti
akan terisi lagi. Memulai kembali, sendi pasar yang rehat suri.
Photo by: Surya Merta Yasa
(17/072016)
Pocket Camera (Canon IXUS 500 HS)
PS: Foto nama pasar tidak termasuk dalam rangkaian essay foto