Beda Itu Indah, Kok!

Ilustrasi Keanekaragaman Rakyat Indonesia
(Source: Google)

Toleransi, integrasi, dan disintegrasi, tiga hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Menjadi Indonesia, berarti berbeda. 
Itulah yang harus berani dicamkan oleh masyarakat masa kini. Menyibak dan mengungkit kembali masalah perbedaan, sudah bukan zamannya. Masyarakat harus bisa menghargai perbedaan. Menjunjung tinggi konsep toleransi, merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia. 

Masa iya, masyarakat akan terus menyimpan ketidakinginan dan kebencian di dalam benaknya bila harus dihadapkan dengan masyarakat dari daerah lain. Kita Indonesia, berasal dari satu ras, satu nenek moyang, dan lahir dari satu sejarah yang sama. Apa salahnya dengan menghargai? Mengapa harus mengikat semua orang dalam satu paham?
Perbedaan itu indah. Itulah jawabannya. 
Bhineka Tunggal Ika harus senantiasa dipegang oleh masyarakat Indonesia. Founding fathers kita telah mengajarkan bahwa berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Jadi bila pendiri bangsa sudah mempercayakan persatuan kepada kita, mengapa harus membuat perpecahan lagi. Pemikiran masing-masing individu memang tidak bisa disatukan. Tapi hati nurani dan kesadaran dalam berbangsa dan bernegara yang satu bisa dipadukan. Itulah yang diajarkan konsep Integrasi. Memadupadankan keikhlasan hati dalam menghadapi perbedaan, kemudian melebur menjadi satu cinta, satu persatuan, dan satu Indonesia.

Disintegrasi, itulah yang akan terjadi bila kita tidak kuat mempertahankan persatuan dalam balutan perbedaan. Semua daerah akan berpecah-belah. Tiada lagi nilai humanisme dan pluralisme yang dijunjung oleh masyarakat. Kejam, bengis, dan tak berperikemanusiaan. Hal itu yang akan terjadi pada masyarakat Indonesia. Bukan bermaksud melebih-lebihkan, namun memang hal tersebut yang dapat terbayangkan, bila masyarakat tak mengenal persatuan dalam perbedaan. 
Apa yang akan dinikmati oleh anak cucu, bila empunya terdahulu tidak menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai humanisme dan pluralisme?

Oleh karena itu, semua orang harus sadar. Sadar akan kondisi bangsa masa kini. Menjadi pribadi yang senantiasa saling menghargai dan menebar kerendahan hati merupakan hal kecil yang bisa dilakukan. Ini belum terlambat. Semua masih dapat dibangun dari awal. Membangun pondasi perdamaian, tentu dalam balutan perbedaan, di bumi Zamrud Khatulistiwa tercinta.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

komentar
9 Juli 2016 pukul 21.21 delete

Kalo bukan sekarang kapan lagi, ayo bersama" menghargai perbedaan karena perbedaan itu indah^^

Reply
avatar
9 Juli 2016 pukul 23.01 delete

Selalu menyajikan artikel yang sangat menarik
Teruskan bung !

Reply
avatar
9 Juli 2016 pukul 23.16 delete

Wah terus berkarya yang bermanfaat, semangat!

Reply
avatar
10 Juli 2016 pukul 02.22 delete

Iya benar sekali, Yeyen Wahyudiva!

Reply
avatar