Bersama (dan Untuk) Madyapadma : Setahun yang Membekas di Hati (Part 1) - Pengalaman Satu Tahun Bersama Madyapadma

Madyapadma Journalistic Park

“Aduhhh aku bingung kali nok, Ga! Mau pilih V** atau MP nih?!”

Ah, aku inget banget itu kata-kata! Yang kulontarkan secara blak-blakan di depan salah satu sahabatku yang kebetulan punya satu hobi yang sama denganku, NYANYI!! Walau aku tau, kalau aku mengeluarkan suara cetar membahanaku ini bisa bikin kaca sekolah pecah berkeping-keping.

Singkat cerita, kejadian itu mengingatkan akan kisahku. Setahun yang lalu *walau gak tepat setahun sih, paling cuma 11 bulan aja :v*. Salah satu edisi, dimana aku harus memilih untuk menyongsong masa depanku *Cieeeilahh*. Hmm…

Haiii guysss!! Pada kesempatan yang berbahagia ini *ueeekkk* aku bakal ceritain kisah-kisahku, suka duka, manis pahit, bahkan asam garam, kehidupan ku menyusuri sepotong demi sepotong (duh ribet banget) perjalanan ku di MADYAPADMA JOURNALISTIC PARK. Sebuah cerita yang ga jelas, mana awal dan ujungnya. Tapi sangat bermakna mendalam J

(P.S: Maaf kalau isinya cenderung curcolan, karena pada dasarnya, blog ini dibuat emang untuk CURCOL!! :D)
Nama Madyapadma sendiri sudah kudengar gaungnya sejak SMP, saat ikut-ikut lomba penelitian. Maklum, waktu lomba sama anak-anak SMA, kebanyakan bergaul sama anak-anak Trisma, khususnya MP. Apalagi Adnya (Bambang a.k.a Bambiiee) punya kakak yang ekstra di MP. Jadi makin akrab deh sama logo merah khasnya itu.

Tapi dulu aku masih bego, dungu, plus beloon. Belum tau MP itu isinya apa aja. Semula aku kira cuma ekstra Jurnalistik biasa doang. Tapi ternyataaa…..

“MP itu ada banyak bidangnya lohh. Gak cuma bikin berita aja. Ada penelitiannya juga kok!” jawab Bambiee. Hmm, menarik. Karena emang dari SMP aku tertarik ke penelitian. Lumayan juga kalau bisa masuk MP. Bisa sekalian multitasking bikin berita. Apalagi setelah denger kalau katanya ekstra *** yang aku incar sebenernya dihuni oleh pembina garang! Duh bisa mati berdiri dong kalau disana :v

Sesampainya aku jadi siswa Trisma. Tepat setelah MOS. Semua siswa dikumpulin di Workshop untuk ditanyain, mau enggak masuk ******** (tanda petik sengaja kulebihin, biar gak terlalu kentara :v). Semua kakak kelas pada nyuruh gabung dengan nada yang sedikit membuat nyaliku ciut. “Ayo dekk ikut. Gak nyesel kok kamu ikut” kata kakak 1. Aku cuma jawab “enggak kak”. Kakak 2 datang lagi “Ayo dekk ikut. Kamu tinggi loh. Kamu bisa bentuk badanmu disini”. Seketika, aku naik darah tapi pingin ketawa sekaligus. Aku tau badanku gendut, tapi gak gitu juga cara ngerayunya -_- Mana ada yang mau ikut, wkwkwk. Tapi cuma kubalas “enggak kak”. “Yakin dek?”. “Iya kak, saya yakin”,  jawabku mantap.

Sampai akhirnya kakak 3 dateng. Kali ini cewek. “Ayo dek ikut”. “Enggak kak”. “Kenapa enggak?”. “Iya kak, saya mau fokus penelitian aja”. “Oh gitu, yaudah ikut MP aja ya!”. “Oke kak :v *sambil senyum senyum sendiri*”

Ketemu titik lucunya? Intinya waktu itu aku berani bilang mau ikut MP, tapi sebenernya belum yakin-yakin amat karena belum tau persis MP itu apa. Sampai setelah bubaran, kakak itu mencari aku lagi di luar workshop. Nanya balik lagi (konfirmasi istilahnya). Dan tetap ku mantapkan bilang akan ikut. (P.S: Setelah masuk MP, ternyata aku tau, itu adalah Kak Dayu Ocha :v)

Waktu terus berlalu, sampai akhirnya orasi ekstra. Saat orasi ekstra MP, aku simak dengan baik. Wah banyak juga ya bidangnya. Kukira awalnya cuma jurnalistik sama penelitian doang. Hmm, menarik banget ekstra ini.

Tapi aku dibingungkan juga dengan dua pilihan. Mau masuk MP, apa satu ekstra lagi yang kerjaannya nyanyi-nyanyi seperti yang aku sudah ceritain di depan tadi. Di satu sisi, aku suka menulis, penelitian. Di satu sisi lain, aku hobi menyanyi. Setelah pertimbangan matang-matang, akhirnya aku pilih MP! Tau gak kenapa? Karena, kupikir menurutku MP akan lebih menjanjikan masa depan daripada ekstra itu. “Kerjaan cuma nyanyi aja, mau jadi apa nanti”, pikirku dalam-dalam.

Inget banget, waktu ekstra perdana. Disuruh kenalin diri ke semua temen-temen. “Nama saya Surya. Saya masuk MP karena saya dulu ikut KIR. Sekarang pengen menggeluti hal-hal yang baru”, itu yang aku bilang. Ya, itu memang alasan ku masuk MP, tetapi sebenernya bukan alasan itu yang mau aku ucapkan saat itu. Di dalam hati, aku bergumam, “Sebenernya masuk sini karena ada Kak Anantanya! :v Pembina super kece. Jauh melampaui pembina yang onohh” Hehehe.

Lomba pertamaku di dalam naungan MP adalah LKTI di Farmasi UGM. Waktu itu susah banget cari idenya. Maklum, aku sedang masa transisi-transisinya otak SMP ke SMA. Jadi makin naik pula standar ide di kepalaku. Tapi susah banget cari ide yang sesuai. Akhirnya karena itu, penelitian molor. Sampai harus dispen sekolah dari pagi cuma untuk penelitian. Aku inget banget wejangan tidak bermanfaat dari Pak ******* sewaktu aku ngurus surat dispen. Sumpah bikin hati kesal! “Pak, saya mau penelitian, jangan dipersulit dong!” gumamku dalam HATI *hehe belum berani bilang langsung soalnya :v*

Belum lagi waktu itu revisi sampe jam setengah 12 malem! Itu adalah kali pertamanya aku pulang sangat larut malam. Apalagi masih baru-baru SMA. Masih kuingat, waktu jam 9 aku turun dari ruang atas ke pos satpam beli air bareng Vira. Saking ketakutannya, aku sampe pegang tangan Vira erat-erat, sambil teriak “Permisi, Permisi, Permisi!!!”. Bawaannya pengen lari plus tutup mata aja! Gak mau liat sekeliling Trisma yang gelap gulita itu. Apalagi katanya Trisma itu angker *memang sih* Sumpah waktu itu rasanya, dag dig dug serrrrr… Bulu kuduk itu merinding semuaaa!



Akhirnya, aku ikut PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar). Aku ikuti itu tahap sepenuh jiwa dan ragaku. Tetapi, sesi itu tidak bisa aku lewati sepenuhnya. Aku ketinggalan satu hari materi, yang sebenernya penting banget. Isinya tentang materi artikel, tajuk, resensi, karikatur, layout. Sumpah! Itu membuatku sukses terjungkal ke lubang ‘tidak lulus’ PJTD. Huhuhu sedih sebenernya waktu itu, karena namaku diumumin di depan temen-temen seantero MP 39 L


Setelah selesai PJTD, semua anggota MP 39 disuruh bikin kording. Anjirrr -_- Aku cuma ikut PJTD separo, sisanya terbaring lemas di rumah. Untungnya aku dapet kelompok yang klop banget. Ada May Grande, Mamak Laras, Umikk, dan Ocikkk. Plus supervisi Mbok Intan yang kece. Semua pada cager-cager. Waktu itu aku inget banget, aku gak bisa bikin apa, soalnya badan belum pulih bener dan ketinggalan banyak materi. Aku cuma ditugasin buat tajuk *sementara aku gak tau apa itu tajuk*, yang lain pada buat dua-dua rubrik. Duh merasa bersalah kali sebenernya waktu itu L maapkan aku teman-teman.


Tim Kording K3NCANA. Paling Keceee!! :v

Tapi aku gak lekas putus asa. Aku punya niatan *cuma sekedar niat lalu aja, gak sampai berambisi gitu kok* untuk membuktikan bahwa aku bukan “Si Tidak Lulus”. Niatan itu aku wujudkan kala aku tertarik ikut lomba di PCYCO Unud. Waktu itu aku seleksi Laput *bodonya aku milih laput -_-*. Eh gak taunya lolos, tapi lolos ke lapsus :v Bareng Kak IMSSS, Kak Ega, Kak Agus, dan Hurby. Yeyyyy. Aku seneng banget ikut lomba itu. Aku jadi tau gimana bikin lapsus yang bener dari kak Imss. Dan juga lebih deket sama kakak-kakak MP :v Sekaligus jadi pembuktian pada diriku sendiri, walau aku gak lulus PJTD, tapi aku bisa ikut lomba jurnalistik juga .-.

Bersambung...
Next Post: http://ysuryamerta.blogspot.co.id/2016/06/bersama-dan-untuk-madyapadma-setahun_30.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

komentar
7 Juli 2016 pukul 03.37 delete

omg unyu sekalayy fotonyaaa

Reply
avatar
7 Juli 2016 pukul 03.37 delete

omg unyu sekalayy fotonyaaa

Reply
avatar
7 Juli 2016 pukul 06.15 delete

omigott suaramu kan bagus sur wkt nyanyi you raise me up smp *eh

Reply
avatar